MENANGGAPI KRITIK WARGA: MPA SAMPAIKAN PROGRES DAN KOMITMEN PENYELESAIAN AMANAH RAT


 

Menanggapi tulisan dan kritik yang disampaikan melalui Generasi terkait kondisi organisasi pasca-Rapat Anggota Tahunan (RAT), Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) Himpunan Mahasiswa dan Masyarakat Sumatera Utara (HMMSU) menyampaikan apresiasi atas kritik, masukan, dan perhatian yang diberikan oleh warga.


Kritik tersebut menjadi bagian dari evaluasi bagi MPA dalam menjalankan fungsi pengawalan konstitusi serta memastikan amanah yang telah dihasilkan dalam RAT dapat ditindaklanjuti. MPA memahami bahwa setelah pelaksanaan RAT, terdapat sejumlah hal yang membutuhkan kejelasan, baik terkait peran masing-masing pihak maupun penyelesaian amanah organisasi.


Tentang Ketua Demisioner dan MPA Senior


Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam tulisan tersebut adalah keberadaan ketua demisioner dan MPA senior yang meninggalkan Kairo setelah pelaksanaan RAT.


MPA mengakui bahwa kondisi tersebut menjadi salah satu kekurangan dalam proses pasca-RAT, khususnya dalam hal keberlanjutan komunikasi, koordinasi, dan pendampingan terhadap organisasi. Ketidakhadiran beberapa pihak dalam proses tersebut turut menimbulkan ruang kosong dalam koordinasi dan membuat sebagian warga merasa bahwa amanah serta persoalan pasca-RAT belum mendapatkan respons sebagaimana mestinya.


Atas kondisi tersebut, MPA menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga HMMSU. MPA mengakui bahwa komunikasi dan koordinasi seharusnya tetap dijaga dengan lebih baik, termasuk ketika terdapat pihak yang tidak berada di Kairo.


Kritik mengenai hal ini menjadi evaluasi bagi MPA, baik terhadap cara MPA menjalankan fungsi maupun terhadap koordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki pengalaman dan tanggung jawab dalam organisasi. Ke depannya, MPA perlu memastikan bahwa keberlanjutan koordinasi tidak bergantung pada keberadaan fisik pihak tertentu dan bahwa setiap amanah tetap memiliki tindak lanjut yang jelas.


Posisi dan Peran MPA Pasca-RAT


Sebagai lembaga yang memiliki fungsi dalam pengawalan konstitusi dan representasi anggota, MPA menyadari bahwa ekspektasi warga terhadap keberadaan dan peran MPA setelah RAT merupakan hal yang perlu dijawab melalui kerja nyata.


MPA tidak ingin keberadaan maupun fungsinya hanya dipahami dalam konteks pelaksanaan RAT, tetapi juga dalam proses pengawalan terhadap amanah yang dihasilkan setelahnya. Karena itu, proses pendataan, koordinasi, dan persiapan rapat gabungan menjadi bagian dari langkah MPA dalam menjalankan fungsi tersebut.


MPA juga mengakui bahwa proses tersebut belum seluruhnya tersampaikan kepada warga. Atas keterlambatan komunikasi dan penyampaian perkembangan tersebut, MPA kembali menyampaikan permohonan maaf.


Progres dan Langkah Penyelesaian Amanah RAT


Dalam proses tindak lanjut amanah RAT, beberapa langkah telah dilakukan.


Pertama, pendataan terhadap nama-nama yang masih memiliki kewajiban pembayaran telah dilakukan. Proses tersebut mencakup pengecekan kembali nama-nama yang masih memiliki kewajiban serta pencarian dan pengumpulan nomor kontak pihak-pihak yang bersangkutan agar dapat dihubungi secara langsung.


Kedua, terkait pelaksanaan rapat gabungan, tanggal rapat sebenarnya telah ditentukan sejak setelah pelantikan DP, yaitu pada 24 September. Namun, pelaksanaan rapat tersebut membutuhkan waktu persiapan yang lebih panjang dari yang diharapkan. Salah satu kendala yang dihadapi adalah proses melengkapi data serta mencari dan menghubungi pihak-pihak terkait yang belum dapat dilakukan secara cepat.


MPA mengakui bahwa jarak waktu antara pelantikan dan pelaksanaan rapat tersebut cukup panjang. Proses tersebut seharusnya dapat dilakukan dengan lebih cepat dan hal ini menjadi bagian yang perlu dievaluasi, khususnya dalam memastikan koordinasi dan komunikasi dapat berjalan secara lebih efektif.


Ketiga, rapat gabungan pada 24 September akan menjadi langkah konkret untuk menindaklanjuti amanah RAT. Dalam rapat tersebut akan dibahas hasil pendataan, pihak-pihak yang perlu ditindaklanjuti, serta langkah penyelesaian yang diperlukan.


Keempat, rapat juga akan diarahkan untuk menentukan target dan tenggat waktu penyelesaian amanah RAT. MPA memandang bahwa setiap amanah yang masih berjalan perlu memiliki kejelasan mengenai langkah, pihak yang bertanggung jawab, dan batas waktu penyelesaiannya agar proses tersebut dapat dipantau bersama.


Komitmen MPA terhadap Penyelesaian Amanah


MPA berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi pengawalan terhadap amanah RAT serta melakukan evaluasi terhadap proses yang telah berjalan.


MPA menyadari bahwa kritik warga tidak hanya berbicara mengenai hasil akhir, tetapi juga mengenai bagaimana sebuah amanah dijalankan, dikomunikasikan, dan dipertanggungjawabkan. Karena itu, kritik yang disampaikan menjadi pengingat bagi MPA untuk memperbaiki proses tersebut.


MPA tidak ingin berhenti pada pengakuan atas kekurangan yang telah terjadi. Perbaikan harus diwujudkan melalui langkah yang konkret dan dapat dipantau. Rapat gabungan pada 24 September akan menjadi salah satu langkah untuk membahas amanah RAT yang masih berjalan sekaligus menentukan target dan tenggat waktu penyelesaiannya.


MPA menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh warga yang telah menyampaikan kritik, masukan, maupun tuntutan. Kritik tersebut merupakan bagian dari kontrol anggota dan menjadi bahan evaluasi bagi MPA dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya.


MPA berharap proses tindak lanjut ini dapat menjadi momentum untuk memperbaiki komunikasi, memperkuat koordinasi, serta memastikan amanah RAT dapat diselesaikan secara lebih jelas, konkret, dan bertanggung jawab.



Oleh: Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) HMMSU

Editor: Najwan Al Baihaqi

Komentar

Postingan Populer