“KAMU YANG AKAN JADI PEMIMPIN NIAS”: PRETY SOROTI MINIMNYA DUKUNGAN PEMERINTAH



GenerasiHMMSU.com, Kairo – Delegasi Utama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Serbia, Prety Invit Claudia Menrofa, menyampaikan kritik dan keresahan terkait belum meratanya manfaat industrialisasi dan hilirisasi di wilayah-wilayah terpencil di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya secara langsung dalam Simposium Internasional PPI Dunia 2026 yang menghadirkan Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Lemigas Kementerian ESDM RI, M. Iksan Kiat, B.Eng., M.Eng., M.Sc., sebagai narasumber, di Capital Palace pada Senin (21/9).


Kritik Prety tersebut disampaikan setelah M. Iksan Kiat memaparkan materi: Model 8³P: Strategi Akselerasi Industrialisasi dan Hilirisasi Nusantara yang Bergotong Royong, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing Global. Prety menilai, strategi besar hilirisasi yang berdaya saing global kerap kali melupakan pemenuhan hak mendasar masyarakat di pulau-pulau terbelakang, seperti tanah kelahirannya di Pulau Nias, Sumatera Utara.


"Dari apa yang saya tangkap, industrialisasi dan hilirisasi tidak diukur dari seberapa besar nilai tambah ekonomi dan juga seberapa kompetitif produk-produk lokal masuk ke pasar internasional. Tapi seberapa besar masyarakat merasakan manfaat tersebut secara merata," ujar Prety di hadapan peserta Simposium.


Prety turut menyoroti belum meratanya infrastruktur dan energi di wilayah-wilayah terpencil yang jarang tersorot. Ia menyayangkan sikap para pemimpin yang dia temui sebelumnya. Para pemimpin tersebut kerap kali memberikan beban moral kepemimpinan kepada pemuda daerah tanpa disertai dukungan dan aksi nyata dari pemerintah. 


"Sebelum ini saya tanyakan juga pada pemimpin-pemimpin lain tapi jawaban mereka: Kamu yang akan menjadi pemimpin Nias, kamu yang akan membawa nama Nias. Tidak bisa seperti itu, saya memang menginisiasikan hal tersebut tapi jika daya saya seorang diri tidak ada dukungan, tidak ada bantuan dari pemerintah, bagaimana saya berdiri?" keluhnya. 


Merespons keluhan dan kritik tersebut, Kepala BLU Lemigas, M. Iksan Kiat, menawarkan Prety kesempatan untuk bergabung di Lemigas setelah menyelesaikan studinya. 


"Adinda jurusan politik? Kapan lulus? Kalau tahun depan langsung saya rekrut di Lemigas. Kalau saya, saya tidak suruh adinda bangun, mari kita bangun sama-sama," ujarnya. 


Iksan juga menyatakan bahwa selama dirinya memegang kewenangan di Lemigas, ia akan membuka program magang dan rekrutmen terbuka di tahun depan dengan keberpihakan ke 38 provinsi.


"Sepanjang saya pegang Lemigas, saya pastikan magang maupun rekrutmen di tahun depan ada keberpihakan ke 38 provinsi. Saya pastikan itu. Kenapa? Supaya sebuah departemen pemerintah apalagi ini sebagai negara, bisa memberikan contoh yang baik," tegasnya.


Ditemui usai sesi diskusi, Prety mengaku puas dengan respons langsung yang diberikan oleh Kepala BLU Lemigas. Ia menyatakan kini fokus menunggu aksi nyata dari janji publik tersebut.


"Sebenarnya sudah cukup terjawab, saya pribadi hanya menunggu aksi nyata, itu yang saya butuhkan. Semoga yang bapaknya bilang terealisasikan. Dan memang bapaknya menjawab dengan cara yang saya butuhkan," pungkas Prety.


Reporter: Putri Zulkarnaen Harahap 

Editor: Najwan Al Baihaqi

 

Komentar

Postingan Populer